|

| ANALISA |
Berawal dari pengusutan Kasus Century dan sekarang kembali mengarah ke Kasus Century. Itulah alur merebaknya isu KPK-Polri yang terekam sejak awal September tahun ini. Bermula dari pengusutan KPK pada penghujung 2008 atas kasus penggelontoran dana sebesar Rp 6,7 triliun, muncul dugaan adanya penyalahgunaan wewenang Komjen Susno Duadji, Kabareskrim Mabes Polri. Selanjutnya, media menyoroti "upaya balas dendam" Polri dengan menyeret dua petinggi KPK sebagai tersangka dengan sangkaan penyalahgunaan wewenang dalam kasus Dirut PT Masaro Anggoro Widjojo. Kasus ini menghangat dengan pemutaran transkrip rekaman percakapan Anggodo W dengan sejumlah pihak oleh MK. Akibat desakan kuat publik, Presiden SBY pun membentuk Tim 8 yang bertugas memberikan rekomendasi terkait kasus yang berujung penahanan pimpinan KPK. Nah, upaya verifikasi Tim 8 akhirnya mengantar mereka untuk menyenggol Kasus Century, sebuah isu besar yang bisa menyinggung banyak kepentingan. Tepat pada saat yang sama, 8 fraksi DPR pun telah menandatangani persetujuan untuk mengajukan hak angket. Sangat wajar bila perkembangan topik ini akan menjadi pilihan utama headline media hingga awal pekan depan. Beriring dengan itu, Kasus Antasari yang menghangat lagi oleh pengakuan Kombes WW, juga berpotensi untuk menjadi headline media. Di luar dua topik tersebut, laporan akhir Tim 8 juga berpotensi menyita porsi berita utama.
|
| MEDIA HEADLINE |
Kompas
Journalist: SUT/NWO/AIK/MAM/NTA
Angket Century Resmi Diusulkan
Sebanyak 139 anggota DPR dari delapan fraksi mengusulkan hak angket atas pengusutan kasus Bank Century. Surat disampaikan secara resmi kepada pimpinan DPR, Kamis (12/1).
Narasumber:
- Marzuki Alie, Ketua DPR: Saya juga menghargai 400-an anggota DPR yang belum tanda tangan. Saya juga berada dalam posisi di sana.
- Refrizal, Anggota DPR/F-PKS: Ini menyangkut rasa keadilan masyarakat. Kalau dana untuk gempa ngicrit-ngicrit, giliran Century lancar.
- Bambang Soesatyo, Anggota DPR/F-PG: Siapa yang menerima dan memanfaatkan dana bailout Bank Century dengan tidak sah harus ditindak secara hukum. Kami bertekad terus mengawal dan menuntaskan kasus ini hingga tuntas.
- Anas Urbaningrum, Ketua F-PD DPR: Sejauh ini fraksi-fraksi partai koalisi masih sama dengan sikap Demokrat, yakni menunggu hasil audit BPK. Fraksi Demokrat juga menilai usulan angket terburu-buru dan tidak berdasar. Tendensi politik lebih menonjol.
- Nasrullah, Anggota DPR/F-PAN: Kita tentu tidak ingin image Dewan di mata rakyat makin buruk. Bagaimana kita bisa berhadapan dengan konstitueen jika apa yang dilakukan anggota dewan dinilai negatif.
|
|
Media Indonesia
Journalist: Maya Puspita Sari
Citra Indonesia Memburuk di Mata Pers Internasional
Rekayasa kriminalisasi Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, pemimpin nonaktif KPK, ternyata menarik perhatian internasional. Media massa dari berbagai belahan dunia tidak ketinggalan memberitakannya.
Narasumber:
- Bloomberg: Perkara Bibit dan Chandra bisa membuat kepercayaan investor asing terhadap pemerintah Indonesia menurun.
- Ika, Warga Jakarta yang diwawancarai BBC: Kedua institusi itu (Polri & Kejaksaan) memang identik dengan korupsi dan penyogokan.
- The Economist: Upaya pelemahan KPK yang pada akhirnya menurunkan optimisme warga Indonesia terhadap pemerintahan Yudhoyono.
|
|
Seputar Indonesia
Journalist: dian widiyanarko/Jayadi
Penyidik Beber Laporan Antasari
Polri terus melakukan upaya klarifikasi menyusul pengakuan Wiliardi Wizar bahwa kasus Antasari Azhar direkayasa.Setelah membantah dengan pemutaran video pemeriksaan Antasari,kemarin Kapolri meminta penyidik Antasari bertemu Tim Delapan. Salah satu fakta yang diungkap para penyidik kepada Tim Delapan adalah laporan Antasari yang menjadi dasar pemeriksaan pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M.Hamzah.
Narasumber:
- Adnan Buyung Nasution, Ketua Tim 8: Tim ini (penyidik Antasari) kita undang atas permintaan Kapolri.
- Anies Baswedan, Jubir Tim 8: Memang inisiatif pelaporan ini lebih banyak dilakukan oleh Bapak Antasari Azhar.
- Cyrus Sinaga, JPU: Mereka (Irjen Pol Hadiatmoko & Kombes M Iriawan) nanti akan dihadirkan untuk membuktikan ada rekayasa atau tidak dalam kasus ini. Kita sudah sampaikan permohonannya, kemungkinan menghadirkan Hadiatmoko dan Iriawan, dalam persidangan sebagai saksi. Semua diperiksa secara tepat dan benar,bebas
- Hotma Sitompul, Kuasa Hukum Antasari: (terkait rencana Jaksa menghadirkan Hadiatmoko & M Iriawan) Kalau berani, silakan saja. Saya sih senang-senang saja.
|
Kontan
Journalist: Fitri Nur Arifenie/Lamgiat Siringoringo/S.S. Kurniawan
PLN Harus Segera Beresi Gardu Induk
Pemerintah mulai tak sabar melihat pasokan setrum di wilayah Jakarta dan sekitarnya masih saja byar-pet. Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengultimatum PT Perusahaan Listrik (PLN) agar segera menyelesaikan perbaikan gardu induk tegangan ekstratinggi (GITET) Cawang dan Kembangan paling lambat minggu pertama Desember 2009.
Narasumber:
-
Mustafa Abubakar, Meneg BUMN: Saya minta PLN untuk menjamin Gardu Kembangan sudah pulih pada 1 Desember. Sehingga pada tanggal 1 Desember sudah tidak ada pemadaman listrik di Jakarta Barat. Nanti kita akan terus pantau kinerja mereka sampai akhir tahun ini
-
Nur Pamudji, Manajer Umum Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali PLN: Kami akan jungkir balik, berusaha memenuhi permintaan Pak Menteri. Percepatan perbaikan trafo tentu tetap harus dengan perhitungan. Soalnya, ada pekerjaan luar ruangan yang tidak bisa dijalankan kalau hujan turun. Yang jelas, saat ini, teknisi PLN kerja sejak subuh hingga malam hari.
-
Murtaqi Syamsuddin, Direktur Jawa-Bali PLN: Kalau GITET Cawang dan Kembangan sudah sembuh, itu sekadar bisa menjamin listrik di Ibukota tidak padam saja. Sebab sebetulnya, pasokan listrik untuk Jakarta belum betul-betul aman, situasi masih kritis, sehingga butuh program penguatan pasokan Jakarta senilai total Rp 6,88 triliun. Kalau ada gangguan pada trafo IBT lagi, sudah bisa dipastikan bakal ada pemadaman bergilir di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
|
Bisnis Indonesia
Journalist: Dewi Astuti/Lely Benyamin
- Tharman Shanmugaratman, Menteri Keuangan Singapura: fokus kebijakan yang perlu ditempuh saat ini adalah upaya untuk mengembalikan dan mempertahankan permintaan.
- Timothy Geithner, Menkeu AS: Kami (AS) punya kewajiban untuk mengembalikan stabilitas ekonomi dunia dan kami akan bermitra dengan APEC. Akan tetapi kami tidak bisa jalan sendiri.
|
|
Republika
Journalist: Ratna P/Palupi/M Ikhsan
DPR Ajukan Angket Century
- Maruarat Sirait, Jubir Pengusul Hak Angket: Kasus Bank Century menimbulkan kerugian negara cukup besar. Hingga kini belum dapat diselesaikan dengan tuntas.
- Gayus Lumbuun, Anggota DPR/F-PDIP: Proses kasus ini tidak selesai-selesai karena antarinstitusi hukum, polri, kejaksaan, BPK, dan PPATK saling menunggu.
- Masinto Pasaribu, Ketua Repdem: Rakyat dan negara ini telah dirugikan oleh segelintir pejabat korup. Ini yang harus diusut demi keadilan.
|
Koran Tempo
Journalist: Metta D/Sukma L/Dwi Wiyana
Jejek Susno di Century di Telusuri
Tim 8 terus menelusuri dugaan suap dalam kasus Bank Century. Komjen Susno Duadji, Kabareskrim Mabes Polri, sudah pernah dipanggil. Kemarin, Lucas, pengacara Budi Sampoerna, nasabah kakap Bank Century, mendatangi Tim 8 di gedung Dewan Pertimbangan Presiden, tapi belum sempat memberikan penjelasan.
Narasumber:
- Todung Mulya Lubis, Anggota Tim 8: Pengakuan Komjen Susno bahwa dia melakukan tindakan kontraintelijen setelah tahu telepon selulernya disadap hanya bentuk pembelaan diri. Ini sebagai strategi meng counter isu bahwa dia ditengarai menerima sejumlah uang.
- Adnan Buyung Nasution, Ketua Tim 8: Dia tahu disadap, tapi dia lakukan kontraintelijen dengan berpura-pura berbicara di telepon seolah-olah benar dia menerima uang Rp 10 M atau 10 persen.
- Susno Duadji, Mantan Kabareskrim Polri: No! Saya tidak pernah menyatakan kontraintelijen. Di Tim 8, saya tidak pernah menyatakan kontraintelijen. Tim 8 saja sekarang seperti intel.
- Lucas, Kuasa Hukum Budi Sampoerna: Demi Tuhan, tidak ada. Saya mengurus ini dari awal sampai sekarang itu lima bulan.
|
Rakyat Merdeka
Journalist: BUY/WIS
Tim 8 Perlu Buka Rekaman Indikasi Kolusi
Tim 8 terus didesak agar membuka rekaman pembicaraan Lucas dan Susno Duadji dalam kasus pencairan dana Budi Sampoerna. Meski Lucas sudah mengaku berhubungan telepon dengan Susno dan tidak ada suap, tapi rakyat perlu tahu: benarkah tidak ada indikasi kolusi dan suap seperti pengakuan Lucas.
Narasumber:
- Ichsanuddin Noorsy, Pengamat Ekonomi: Untuk mengusut kasus Century, bisa juga dimulai dari sana (pembicaraan Lucas-Susno). Tetapi itu hanya sekadar memberi petunjuk siapa pemilik dana terbesar yang ingi dananya dicairkan dan siapa yang mendapat keuntungan dari pencairan itu. Jadi itu satu langkah saja.
- Anies Baswedan, Jubir Tim 8: Mengenai Lucas, dia punya inisiatif sendiri datang ke sini dan kita bersedia menerimanya. Tapi karena kita sudah ada jadwal dengan penyidik Polri, dia lalu pergi, dan ternyata tidak kembali. Dia juga menawarkan untuk diskusi melalui teleconference, tapi itu tidak mungkin.
- Patra M Zen, Ketua Pelaksana Harian YLBHI: Prinsip kerahasiaan bank hanya berlaku jika tidak menyangkut uang publik, tapi kalau menyangkut uang publik seperti dalam kasus Century, ya harus dibuka.
|
|
Jawa Pos
Journalist: rdl/fal/iro
Rani-Polisi Sudutkan Antasari
Narasumber:
- Rani Julianti, Istri Nasrudin: Saat saya digerebek (di Kendari), Nasrudin bilang 'ini pasti perbuatan Antasari’. Kalau saya mati, pelakunya adalah Antasari. Apakah itu berarti Antasari yang membunuh Nasrudin? Saya serahkan ke pengadilan dan majelis hakim.
- Hotma Sitompul, Kuasa Hukum Antasari: (terkait perbedaan kesaksian Suparmin dan Rani) Satu bilang naik taksi, yang satu bilang mobil sendiri. Ini jelas ada yang bohong.
- Juniver Girsang, Kuasa Hukum Antasari: Kami akan membuat laporan tertulis tentang keterangan ini.
|
|