Spot Gallery

Member Login

Who's Online

We have 1 guest online
Strategy

Saat ini, kondisi stakeholders dan publik sudah sedemikian dinamis dan kompleks. Siklus penelitian stakeholders tradisional tidak akan mampu menjelaskan kondisinya secara tepat. Pendekatan mekanisme umpan balik, dimana informasi stakeholders merupakan variabel tetap yang digunakan dalam setiap proses penelitian, perencanaan maupun implementasi menjadi tuntutan yang tak dapat dihindari.

Strategi yang dikembangkan adalah melakukan riset secara berkala sebagai basis dari setiap pelaksanaan dan aksi (program). Dalam siklus tersebut pengukuran akan memegang peranan penting. Hal ini akan memberikan jaminan terhadap keberhasilan dan keberlanjutan program. Database yang responsif, riset dan evaluasi secara berkala akan memberikan feedback yang tepat terhadap keseluruhan proses. Dan sebaliknya dokumentasi proses yang dilakukan oleh organisasi akan menjadi input terhadap database.

Dalam ruang lingkup kerja komunikasi, kemudian perusahaan atau organisasi akan dapat mengembangkan "crisis communication infrastucture". Dengan dukungan infrastruktur dan metode ini, dimungkinkan penanganan isu secara cepat dan jitu. Dengan demikian diharapkan proses ini akan menjadi sistem yang terus bergulir, sehingga organisasi menghasilkan program yang sustainable.

Dalam melakukan identifikasi stakeholder, dikembangkan model yang berbasis kepada isu. Hal ini diyakini karena pemetaan yang dilakukan akan lebih efektif dan lebih terstruktur. Identifikasi berbagai kelompok kepentingan berdasarkan isu akan mengarahkan penangan yang lebih tepat dan pembatasan atau lingkup masalah dapat didefinisikan secara jelas. Dengan demikian langkah awal yang akan dilakukan oleh organisasi adalah mengidentifikasi isu utama atau isu strategis. Setelah itu merumuskan peta masalah, memetakan stakeholder dan dengan didukung oleh data yang terstruktur membuat analisis dan rekomendasi.

Dalam pendekatan ini model yang akan dilaksanakan dilandasi sepenuhnya pada pengelolaan isu. Proses identifikasi dan penentuan tingkat pengaruh (degree of influence) dari stakeholders utama akan menjadi lebih efisien dan tidak mudah bias.

Pengukuran dari setiap program akan dilakukan secara sistematis dan berkala. Dengan demikian hasil pengukuran ini dapat menjadi feedback untuk secara terus menerus melakukan evaluasi dan perbaikan.